RUANGLARI

Yomif Kejelcha Rebut Rekor Dunia Half Marathon, Tembus 56:51 di Buenos Aires

Running News • 23 Aug 2026 • Administrator • 456 dibaca
Yomif Kejelcha Rebut Rekor Dunia Half Marathon, Tembus 56:51 di Buenos Aires
Yomif Kejelcha kembali ke puncak setelah mencatat waktu luar biasa 56:51 di Buenos Aires Half Marathon 2026, memangkas 29 detik dari rekor sebelumnya.

BUENOS AIRES, RUANG LARI - Pelari elite Ethiopia, Yomif Kejelcha, kembali mencatatkan namanya dalam sejarah atletik dunia. Kejelcha menuntaskan Media Maratón Ciudad de Buenos Aires 2026 dengan waktu fantastis 56 menit 51 detik, Minggu (23/8/2026).

Catatan tersebut membuat Kejelcha kembali merebut rekor dunia half marathon putra, meski hasilnya masih harus melalui prosedur ratifikasi resmi dari World Athletics.

Yomif Kejelcha Pecahkan Rekor Dunia Half Marathon 56:51

Kejelcha tampil luar biasa dalam lomba sejauh 21,0975 kilometer di jalanan Buenos Aires, Argentina. Ia melintasi garis finis dalam waktu 56:51, sekaligus memangkas 29 detik dari catatan 57:20 milik pelari Uganda, Jacob Kiplimo, yang dibukukan di Lisbon pada Maret 2026.

Hasil di Buenos Aires sekaligus menjadi momen kembalinya Kejelcha ke puncak half marathon dunia.

Sebelumnya, pelari Ethiopia tersebut pernah memegang rekor dunia setelah mencatat 57:30 di Valencia Half Marathon pada Oktober 2024. Catatan itu kemudian diratifikasi World Athletics.

Rekor tersebut selanjutnya berpindah tangan kepada Kiplimo sebelum Kejelcha merebutnya kembali di Buenos Aires.

Berlari dengan adidas Adizero Adios Pro Evo 3

Dalam pencapaian luar biasanya di Buenos Aires, Kejelcha terlihat menggunakan adidas Adizero Adios Pro Evo 3.

adidas Running merayakan pencapaian atletnya tersebut melalui unggahan media sosial dengan pesan “Reclaiming the Throne”, menggambarkan keberhasilan Kejelcha kembali menguasai nomor half marathon.

Performa ini sekaligus menjadi sorotan bagi lini sepatu balap Adizero yang digunakan Kejelcha saat membukukan 56:51.

Dari Rekor Valencia hingga Kembali Berkuasa di Buenos Aires

Kejelcha bukan nama baru dalam persaingan lari jarak jauh dunia.

Pada Valencia Half Marathon 2024, ia mencatat 57:30 dan memecahkan rekor dunia saat itu dengan selisih hanya satu detik dari rekor sebelumnya milik Kiplimo.

Pelari kelahiran Ethiopia tersebut juga memiliki prestasi di berbagai nomor lintasan dan jalan raya. World Athletics mencatat Kejelcha sebagai juara dunia indoor dua kali serta peraih medali perak Kejuaraan Dunia.

Kini, performa 56:51 di Buenos Aires kembali menegaskan statusnya sebagai salah satu pelari jarak jauh tercepat di dunia.

Titik Waktu kumulatif Split segmen
5K 13:45 13:45
10K 27:19 13:34
15K 40:41 13:22
20K 54:04 13:23
Finish 21,1K 56:51 2:47 untuk ±1,1 km

Rata-rata keseluruhan sekitar 2:42/km. Yang paling mencolok adalah kilometer 10–15: ia menempuh 5 km hanya dalam 13:22, sekitar 2:40/km. Setelah itu Kejelcha tetap mampu mempertahankan ritme hampir identik hingga 20K.

Dominasi Ethiopia di Buenos Aires Half Marathon

Tak hanya Kejelcha, Ethiopia juga tampil dominan dalam kategori putri.

Fotyen Tesfay memenangi lomba half marathon putri dengan catatan 1 jam 3 menit 57 detik menurut laporan awal World Athletics.

Namun, perhatian utama dunia tertuju pada Kejelcha setelah angka 56:51 muncul di garis finis.

Catatan tersebut bukan hanya kemenangan di Buenos Aires, melainkan penanda kembalinya sang pelari Ethiopia ke takhta half marathon dunia.

World Athletics menyatakan rekor tersebut masih subject to the usual ratification procedure, sehingga status akhirnya akan ditetapkan setelah proses verifikasi dan ratifikasi dilakukan.

RUANGLARI

Lupa Password?
Atau lanjutkan dengan