RUANGLARI

Viral! Drama 'L*w*ng Fun Run': Panitia Ghosting Saat RPC hingga Ketahuan Pakai Foto Kecelakaan dari Pinterest

Berita Viral • 15 Feb 2026 • Administrator • 468 dibaca
Viral! Drama 'L*w*ng Fun Run': Panitia Ghosting Saat RPC hingga Ketahuan Pakai Foto Kecelakaan dari Pinterest
Kacau balau dunia persilatan lari! Event L*w*ng Fun Run yang harusnya bikin sehat malah bikin SAKIT KEPALA! Udah jadwal diundur-undur kayak karet kolor, eh pas hari pengambilan Race Pack (RPC) tanggal 14 Februari kemarin, panitianya malah GHOSTING massal!

(MALANG) – Jagat media sosial dan komunitas lari di Jawa Timur kembali dihebohkan dengan drama penyelenggaraan event lari yang dinilai sangat tidak profesional. Kali ini, sorotan tertuju pada gelaran "L*w*ng Fun Run 7KM".

Acara yang seharusnya menjadi ajang olahraga menyenangkan ini berubah menjadi mimpi buruk bagi para pesertanya. Mulai dari penundaan jadwal yang mendadak, panitia yang menghilang (ghosting) saat hari pengambilan Race Pack Collection (RPC), hingga drama kebohongan "kecelakaan" yang terbongkar oleh kecerdikan netizen.

Berikut adalah kronologi lengkap bagaimana event ini menjadi viral karena keruwetannya.

1. Penundaan Mendadak H-2: Alasan Klasik "Kuota Tidak Terpenuhi"

Kekesalan peserta bermula ketika event yang dijadwalkan berlangsung pada 1 Februari 2026, tiba-tiba diumumkan ditunda hanya dua hari sebelum hari H (H-2).

Melalui pengumuman resmi, panitia menggeser jadwal lari ke tanggal 12 April 2026. Alasan yang diberikan pun terbilang klasik dalam dunia event lari yang bermasalah: jumlah peserta belum memenuhi target. Keputusan sepihak ini tentu membuat kecewa para pelari yang sudah meluangkan waktu dan mempersiapkan latihan mereka.

2. Prank Jilid 2: Panitia Hilang Saat Jadwal RPC

Meski kecewa, peserta masih mencoba mengikuti alur panitia. Jadwal pengambilan Race Pack (RPC) susulan pun ditentukan pada hari ini, Sabtu, 14 Februari 2026.

Para peserta yang sudah berdatangan ke lokasi pengambilan RPC di kawasan Lawang justru harus menelan kekecewaan lagi. Lokasi yang dijanjikan kosong melompong. Tidak ada meja registrasi, tidak ada backdrop, dan yang paling parah: tidak ada satu pun panitia yang terlihat batang hidungnya.

Situasi di grup WhatsApp peserta pun memanas. Banyak yang menanyakan keberadaan panitia yang seolah lenyap ditelan bumi di saat jam operasional RPC seharusnya sudah dimulai.

3. Drama "Kecelakaan" vs Detektif Netizen

Di tengah kepanikan dan kemarahan peserta di grup WhatsApp, pihak admin/panitia akhirnya muncul memberikan klarifikasi.

Melalui pesan singkat, panitia mengaku mengalami musibah kecelakaan saat buru-buru menuju lokasi, sehingga menyebabkan keterlambatan. Guna meyakinkan peserta, sang admin mengirimkan sebuah foto lengan yang mengalami luka lecet berdarah.

"Maaf baru membalas, sedikit ada kendala karena kita buru-buru menuju lapangan..." tulis panitia di grup.

Namun, alih-alih mendapatkan simpati, panitia justru harus menanggung malu. Salah satu peserta yang skeptis melakukan pengecekan fakta menggunakan fitur pencarian gambar (reverse image search).

Hasilnya mengejutkan sekaligus menggelitik. Foto luka tangan yang dikirimkan panitia ternyata identik 100% dengan foto yang ada di situs berbagi gambar, Pinterest.

Kebohongan ini langsung memicu reaksi keras sekaligus tawa dari para peserta. Alibi kecelakaan yang dibuat-buat tersebut runtuh seketika, mencap event ini sebagai "Event Drama Tahun Ini".

4. Fakta Unik: Nomor BIB "Segede Kalender"

Di luar drama operasional dan kebohongan publik, netizen juga menyoroti aspek teknis perlengkapan lari yang dibagikan (pada sesi RPC pertama tanggal 31 Januari).

Nomor dada atau BIB yang diterima peserta memiliki ukuran yang tidak lazim. Ukurannya sangat besar, hampir menyerupai kalender dinding atau kertas A4 penuh. Hal ini menjadi bahan lelucon tambahan di media sosial, di mana peserta berkelakar bahwa BIB tersebut bisa berfungsi ganda sebagai penahan angin atau alas duduk.

Kesimpulan

Kasus Lawang Fun Run menambah daftar panjang event lari di Indonesia yang dikelola secara tidak profesional. Insiden "Foto Pinterest" ini menjadi pelajaran berharga bagi para penyelenggara event untuk tidak meremehkan kecerdasan peserta di era digital.

Hingga berita ini diturunkan, para peserta masih menuntut kejelasan nasib uang pendaftaran mereka dan kepastian penyelenggaraan acara.

RUANGLARI

Lupa Password?
Atau lanjutkan dengan