Bagi pelari, vape untuk orang aktif tidak dapat dianggap aman meski sering dipasarkan sebagai alternatif rokok konvensional. Paparan dapat terjadi di lintasan, pusat kebugaran, atau rumah, sebelum maupun setelah latihan. Risiko muncul karena cairan dipanaskan menjadi aerosol yang membawa nikotin, partikel halus, bahan perasa, dan senyawa kimia lain.
Artikel edukasi medis dan panduan kesehatan menyebut rokok serta vape sama-sama memiliki risiko. Perbedaannya terletak pada proses pembentukan emisi dan jenis zat yang terhirup, bukan pada jaminan keamanan.
Apakah vape lebih aman daripada rokok?

Rokok membakar tembakau sehingga menghasilkan tar, karbon monoksida, dan ribuan bahan kimia. Vape tidak membakar tembakau, tetapi tetap menghasilkan aerosol yang bukan sekadar uap air.
Rokok konvensional bekerja melalui proses pembakaran tembakau yang menghasilkan asap, tar, karbon monoksida, dan berbagai zat kimia lainnya. Vape memiliki mekanisme berbeda karena memanaskan cairan untuk menghasilkan aerosol tanpa membakar tembakau. Perbedaan tersebut membuat vape umumnya menghasilkan lebih sedikit bahan kimia beracun dibandingkan asap rokok, meskipun aerosolnya tetap tidak dapat disebut sepenuhnya bebas risiko.
Bagi perokok dewasa yang mengalami kesulitan meninggalkan kebiasaan merokok secara langsung, perangkat seperti Pods dapat dipahami sebagai salah satu bentuk alternatif tanpa pembakaran. Potensi pengurangan risikonya terutama berlaku ketika pengguna benar-benar menggantikan rokok konvensional, bukan menggunakan vape dan rokok secara bersamaan.
Cairan yang digunakan pada perangkat vape juga memiliki komposisi dan kadar nikotin yang berbeda. Karena itu, perokok dewasa perlu memahami spesifikasi Liquid, kadar nikotin, serta kecocokannya dengan perangkat yang digunakan. Pemilihan produk yang jelas asal-usul dan informasinya penting agar pengguna tidak memakai cairan yang tidak diketahui komposisinya.
Zat dalam aerosol vape yang perlu diwaspadai
Cairan vape umumnya mengandung propilen glikol, gliserin, bahan perasa, dan nikotin dalam kadar yang bervariasi. Pemanasan cairan dapat membentuk atau melepaskan senyawa lain, tergantung perangkat, suhu, dan komposisi produk.
- Nikotin dapat menyebabkan ketergantungan serta memengaruhi denyut jantung dan tekanan darah.
- Formaldehida dapat terbentuk dalam kondisi pemanasan tertentu dan dikenal sebagai bahan karsinogenik.
- Logam berat dan partikel halus dapat berasal dari komponen perangkat, lalu masuk ke saluran pernapasan.
Keberadaan bahan karsinogenik tidak berarti setiap pengguna pasti terkena kanker. Namun, paparan berulang tetap perlu dihindari karena dampak jangka panjang vaping masih terus dipelajari.
Ulasan kesehatan dari Alodokter, Heartology, dan Mount Elizabeth juga menyoroti risiko terhadap paru dan sistem kardiovaskular. Risiko dapat berbeda menurut frekuensi, durasi, produk, kandungan nikotin, dan pola penggunaan.
Langkah aman bagi pelari yang ingin berhenti

Menghentikan rokok dan vape merupakan pilihan paling aman untuk mengurangi paparan lanjutan. Mengganti rokok dengan vape tanpa rencana berhenti juga dapat mempertahankan kecanduan nikotin.
Pelari dapat mengenali pemicu, seperti stres, kebiasaan setelah makan, atau pergaulan. Setelah itu, susun tanggal berhenti dan singkirkan perangkat, cairan, serta aksesori dari rumah atau tas olahraga.
- Catat waktu dan situasi yang paling sering memicu keinginan menggunakan vape.
- Alihkan dorongan dengan berjalan singkat, minum air, latihan pernapasan, atau mengunyah permen bebas gula.
- Mintalah dukungan keluarga, komunitas lari, dokter, atau fasilitas pelayanan kesehatan.
- Konsultasikan terapi berhenti nikotin dengan tenaga kesehatan, terutama bila ketergantungan terasa berat.
Pengguna sebaiknya tidak melakukan latihan intensitas tinggi ketika mengalami pusing, nyeri dada, atau sesak. Dokter dapat menilai kondisi paru, jantung, serta pilihan pendampingan yang sesuai.
Berdasarkan bukti yang tersedia, vape bukan produk yang sepenuhnya bebas risiko. Namun, bagi perokok dewasa, beralih sepenuhnya dari rokok konvensional ke vape berpotensi mengurangi paparan terhadap berbagai zat berbahaya yang dihasilkan dari pembakaran tembakau. Manfaat tersebut tidak berlaku bagi orang yang tidak pernah merokok dan dapat berkurang apabila vape masih digunakan bersamaan dengan rokok. Dalam kaitannya dengan olahraga, pilihan terbaik tetap berhenti dari rokok dan nikotin, tetapi peralihan penuh dapat menjadi langkah antara bagi perokok dewasa yang belum mampu berhenti sepenuhnya.