RUANGLARI

Jatim Half Marathon Batal: Niat Hati Fun Run Bareng Michelle Links, Peserta Malah Seret CEO ke Polda Jatim

Seputar lari • 01 Feb 2026 • Administrator • 521 dibaca
Jatim Half Marathon Batal: Niat Hati Fun Run Bareng Michelle Links, Peserta Malah Seret CEO ke Polda Jatim
Breaking: CEO Jatim Half Marathon diamankan peserta saat Fun Run dadakan di Surabaya. Batal H-2, ribuan pelari yang kecewa langsung menyerahkan pelaku ke Polda Jatim. Bagaimana nasib uang tiket Kiostix? Baca selengkapnya

(Surabaya, 1 Februari 2026) – Kasus Jatim Half Marathon batal memasuki babak baru yang lebih dramatis. Kekecewaan ribuan pelari yang gagal berlomba pada Minggu (1/2) pagi ini justru berujung pada aksi penegakan hukum yang tak terduga.

CEO sekaligus Founder EO Air In Creative, Firrizki Rohmatullah, berhasil diamankan oleh massa pelari dan diserahkan ke pihak berwajib. Momen penangkapan ini terjadi di tengah acara Fun Run dadakan yang diinisiasi oleh seleb runner asal Surabaya, Michelle Links.

Fun Run "Pengobat Luka" Berujung Pengadilan Jalanan

Awalnya, Michelle Links mengadakan agenda Fun Run pada Minggu pagi sebagai bentuk solidaritas dan "pengobat luka" bagi para pelari yang sudah telanjur datang ke Surabaya namun gagal berlomba karena event Jatim Half Marathon batal mendadak pada H-2.

Namun, suasana berubah tegang dan emosional. Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi, acara lari santai tersebut berubah menjadi momen "pengadilan" ketika sosok CEO penyelenggara berhasil didatangkan ke lokasi kumpul pelari.

Tujuan awal pelari mendatangkan panitia adalah untuk melakukan audiensi dan meminta klarifikasi detail mengenai nasib uang pendaftaran mereka.

Digelandang ke Polsek Jambangan hingga Polda Jatim

Audiensi yang diharapkan berjalan lancar ternyata tidak memuaskan para korban. Amarah peserta memuncak melihat penyelenggara yang dinilai tidak profesional.

Melihat situasi yang semakin kondusif untuk penegakan hukum, para korban yang terdiri dari komunitas lari tersebut langsung mengambil tindakan tegas. Pelaku sempat dibawa ke Polsek Jambangan. Namun, karena besarnya skala kasus dan kerugian, laporan akhirnya diarahkan dan dilimpahkan langsung ke Polda Jawa Timur.

Jeritan Hati Pelari: "Persiapan Event Itu Bukan Main-Main!"

Kasus Jatim Half Marathon batal ini memicu kemarahan besar karena persiapan lari jarak jauh (Half Marathon) membutuhkan investasi waktu dan biaya yang tidak sedikit.

Salah satu perwakilan pelari menumpahkan kekesalannya melalui rekaman suara yang beredar. Ia menegaskan bahwa membuat event lari membutuhkan persiapan matang, minimal 6 bulan hingga 1 tahun dengan SDM yang kompeten.

"Persiapan itu nggak cukup satu atau dua bulan. Ini batal H-2, kasihan peserta dari jauh yang sudah pesan hotel, pesan es gabus, es teh, dan akomodasi lainnya. Mereka rugi besar," ujar salah satu korban dengan nada kecewa.

Para pelari juga menolak opsi reschedule (penjadwalan ulang) yang sering ditawarkan EO bermasalah. Bagi mereka, reschedule adalah perjudian (gambling) karena jadwal pelari belum tentu cocok di kemudian hari.

Langkah Selanjutnya

Hingga berita ini diturunkan, proses hukum terhadap CEO Air In Creative masih berjalan di Polda Jatim. Ribuan peserta yang membeli tiket resmi melalui Kiostix kini berharap adanya kejelasan mengenai pengembalian dana (refund) secepatnya.

Kasus ini menjadi peringatan keras bagi seluruh Event Organizer di Indonesia untuk tidak main-main dengan komunitas lari yang solid dan kritis.

RUANGLARI

Lupa Password?
Atau lanjutkan dengan